-->

BIAYA SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN CENDEKIA NW LOMBOK TIMUR

BIAYA SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN CENDEKIA NW LOMBOK TIMUR

Dalam sepuluh tahun terakhir telah berkebang di tengah-tengah masyarakat tentang pendidikan gratis. Bahkan kalau ada kampanye pemilihan kepala daerah bahkan presiden isu sekolah gratis menjadi sangat seksi. Tetapi saya selalu bilang “sekolah gratis tidak bermutu”. Isu sekolah gratis muncul seiring dengan dikuncurkannya BOS (batuan operasional sekolah) oleh pemerintah yang pada awalnya untuk pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs).

Pada tahap selanjutnya ada kuncurkan juga BOS untuk tingkat SLTA. BOS dikuncurkan oleh pemerintah bukan untuk menjadikan sekolah gratis. Tetapi BOS dikuncurkan hanya untuk membantu anak-anak miskin supaya tidak putus  pendidikan dasar gara-gara alasan biaya.

Dalam panduan BOS (2007) ditegaskan, “Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan meringankan bagi yang lain agar mereka memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun”.

Pola pemberian BOS berdasarkan jumlah siswa telah membuat/memotivasi sekolah-sekolah untuk mencari murid sebanyak-banyaknya sehingga terjadi persaingan yang tidak sehat di antara sekolah-sekolah yang berdekatan. Sekolah-sekolah berlomba-lomba memberikan kebutuhan material kepada calon peserta didik. Ada sekolah yang memberikan baju sergama ke pada calon siswa.

Sekolah-sekolah saling mengatasi dalam hal jumlah fasilitas yang diberikan kepada calon murid. Biaya untuk pemberian inipun dari hutang yang akan dibayar dengan dana BOS yang diperoleh. Lantas dari manakah biaya untuk meningkatkan kualitas atau mutu penyelenggaraan pendidikan.

Bila pendidikan diselenggarakan dengan bermodalkan BOS maka pendidikan yang terselenggara di sekolah tersebut hanya untuk pelayanan minimal di sekolah formal yang kegiatan siswanya hanya di sekolah yang tidak lebih dari 4 jam.

Oleh karena ini bagi sekolah yang bervisi mutu dan lebih-lebih lagi bagi sekolah yang menyelenggarakan full day school atau boarding school (sekolah berasarama) maka dana BOS sangat tidak mencukupi. Untuk itu bagi Pondok Pesantren Cendekia DLM NW yang menyelenggarakan boarding school (sekolah berasrama) yang kegiatan siswanya 24 jam menetapkan biaya bagi calon siswa yang besarnya tergantung kebutuhan berdasarkan perencanaan tahun bersangkutan. Untuk tahun pelajaran 2017/2018 komponen biaya yang harus dikeluarkan/dibayar oleh siswa baru sebagai berikut :

Pendaftaran Rp 50.000,-
Biaya awal tahun sebesar Rp 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah), dengan rincian :
Rp 500.000 (seragam pondok : jubah, jaket, koko; tas dan buku panduan bahasa/doa)
Rp 400.000, (uang makan satu bulan)
Rp 100.000,- (uang SPP pondok satu bulan)
Rp 1.000.000,- (biaya pakai asrama (kos) selama 3 tahun)
Rp 1.500.000,- (uang pembangunan)

Santri Cendekia setipa bulan harus mebayar uang makan sebesar Rp 400.000,- dan SPP Pondok sebesar Rp 100.000,-
Pada tahun ke-2 santri Cendekia akan mengeluarkan biaya Praktik Pengabdian Santri (PPS) antara Rp 300.00 – Rp 500.000,-
Untuk SMK akan saat kelas 2 juga akan mengeluarkan biaya  PSG (pendidikan sistem ganda) atau PKL (praktik kerja lapangan)
Saat tamat, akan mengeluarkan biaya penamatan/wisuda yang besarnya akan ditentukan pada tahun bersangkutan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel